Synopsis Film Hello Goodbye
Kisah
cinta seorang anak bangsa, Indah (Atiqah Hasiholan) yang bertugas di
Korea sebagai KBRI di negeri gingseng tersebut, harus merawat seorang
ABK kapal yang terpaksa dirawat darurat di Busan, Korea Selatan.
Abimanyu (Rio Dewanto) seorang ABK kapal
yang memiliki penyakit kronis karena jantungnya yang bermasalah dan
mengakibatkan kerusakan pada paru-parunya. mereka berdua memiliki
tekanan psikologis masing-masing. Indah yang ingin sekali pulang ke
Indonesia, dan Abimanyu yang sendiri seperti hidup sebatang kara.
Dengan sifat yang emosional, Abimanyu hanya
menambah stress Indah yang juga memiliki banyak masalah. bahkan Abimanyu
tak segan-segan membuang obat yang harus diminumnya. Indah yang sering
kali kesal terus berusaha sabar karena ini adalah tugasny sebagai KBRI.
HelloGodbye Masuk Busan Internatioal Film Festival
Film ini telah memberikan kontribusi positif
kepada perfilman Indonesia, karena Film ini telah masuk ke dalam Busan
Internatioal Film Festival dan diputar selama 3 hari di sana. Tentu saja
ini menjadi prestasi perfilman Indonesia yang membanggakan bangsa
Indonesia dan insan Film di Indonesia.
Selain diperankan oleh Atiqah Asiholan dan Rio Dewanto film ini juga
diperankan oleh Eru, ini merupakan film pertamanya karena Eru adalah
seorang penyanyi di Korea.
Sayang Kurang Dapet Koreanya
Film yang beratmosfir Korea ini dirasa kurang dapet dan maksimal,
karena dari beberapa hal yang sekiranya korea banget tidak sampai secara
maksimal, berikut hal-hal yang menurut saya terdapat atmosfir Koreanya.- Cerita yang Penuh Misteri dan Jawaban Di Ending yang Klimaks
Biasanya film-film korea yang sudah saya tonton selalu menyajikan cerita yang penuh tanya di awal cerita, hingga terus mengalir yang akhirnya berhasil memasang puzzle demi puzzle pertanyaan yang terjawab secara bertahap, dengan klimaks di ending cerita. tetapi dalam film HelloGodbye ini puzzle-puzzle tersebut tidak terjawab secara maksimal, selain itu juga diawal hingga hampir ending cerita yang datar tanpa konflik yang greget. tetapi secara konsep menurut saya sudah mirip.
- Latar Korea yang indah
Disetiap film korea selalu memberikan pemandangan atau latar Korea yang begitu indah, dalam film ini terlalu banyak latar di rumah sakitnya yang membuat cerita seperti berjalan ditempat. yang paling manarik menurut saya adalah kereta yang super bersih dan nyaman. tetapi untuk beberapa angel memang cukup indah dilihat mata.
- Sekilas mirip Boys Before Flower
Ada dimana adegan ketika Abimanyu berbicara langsung ke telinga Indah, dan disaat kata-kata tersebut berjalan secara perlahan hilang tertiban bisingnya suara mobil yang beralu lalang disekitarnya. adegan ini mengingatkan saya pada adegan film Boys Before Flower yang saat itu Goo Joon Pyo membisikan kata kepada Geum Jan Di dan Geum Jan Di tidak mendengar perkataan Goo Joon Pyo karena ada suara motor yang lewat dan bising sekali. sebelum suara Abimanyu hilang saya sudah menebak adegan ini. but its perfect – korea banget
- Dialog yang Berkualitas
Sebenarnya saya belum tahu dialog seperti apa yang berkualitas dalam film korea tapi film ini saya rasa memiliki dialog yang berbeda dengan film-film Indonesia lainnya, seperti Indah yang pandai memainkan dan memutar balikan kata untuk bisa berbicara kepada Abimanyu yang dingin dan keras. atau cara abimanyu yang ingin mengetahui nama indah dengan memancing emosinya agar ia mau memperlihatkan kartu IDnya, dari situ dia bisa mendapatkan nama Indah yang sebelumnya indahpun belum mau memberitahukannya. selain itu juga banyak bahasa simbolis yang mungkin hanya bisa dimengerti sebagian orang saja.
- Sarat Akan Pesan yang Bermanfaat
Dalam film ini ada salah satu potongan dialog yang menarik, yakni “Terlalu fokus sama tujuan bikin kita lupa menikmati perjalanan”. Menurut saya maknanya adalah jika memiliki impian jangan lupa pada proses mencapai impian tersebut.
- Tema yang Kental
Biasanya dalam film korea jika temanya tentang si pembuat roti maka film tersebut akan memberikan pengetahuan kepada si penonton akan cara membuat roti dan dunia pe-Roti-an. jika temanya tentang majalah ya penonton juga akan mendapatkan pengetahuan seputar dunia majalah dan bisnis didalamnya, nah di film ini tema yang diambil adalah seorang pegawai KBRI yang dipaparkan dengan jelas job desk dan tanggung jawabnya sebagai KBRI, ini yang membuat saya pribadi baru tahu ternyata pekerjaan KBRI seperti itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar